Akibat Meningkat nya Polusi, Negara Ini Menjual Udara Segar dalam Plastik

Oleh:   Egy Egy   |   3:46:00 AM
Akibat Meningkat nya Polusi, Negara Ini Menjual Udara Segar dalam Kaleng
Akibat Meningkat nya Polusi, Negara Ini Menjual Udara Segar dalam Plastik - Meningkatnya polusi udara menjadi salah satu problematika yang menjadi masalah serius, terutama di daerah perkotaan padat penduduk. Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah polusi terbesar di Dunia. Keadaan seperti inilah yang membuat masyarakat menjadi kekurangan udara segar yang dapat dihirup.

Selain Indonesia yang mempunyai udara tidak sehat yakni India dan China, padatnya lalu lintas membuat udara segar semakin berkurang dan akhirnya muncul lah ide ide brilian namun agak tidak wajar yang dikarenakan langka nya udara segar di negara tersebut.


Namun di negara china, momen seperti ini menjadi sebuah peluang bisnis yang menggiurkan. Warga desa Qingyuan yang tepat berada di Guangdong menjadi penjual udara segar dalam kantong plastik. Tidak heran jika kamu berkunjung ke Guangdong disana akan banyak sekali para penjual udara segar di dalam kantong plastik. Inilah dampak dari polusi udara yang terjadi di negara China, bisa menjadi malapetaka dan juga bisa menjadi keuntungan bagi para warga yang tinggal di Guangdong.

Harga untuk satu kantong udara segar yang ditawarkan juga beragam, mulai dari 10 - 30 yuan atau sekitar 20 ribu rupiah sampai 60 ribu rupiah. Provinsi Guangdong sendiri memang mempunyai wilayah hutan hijau yang luas, mencapai 85% dari keseluruhan wilayah Guangdong.

Akibat Meningkat nya Polusi, Negara Ini Menjual Udara Segar dalam Kaleng

Tidak hanya warga Guangdong yang memanfaatkan udara segar untuk di jual kembali. Ada juga seorang warga berkebangsaan Inggris yang menjadi penjual udara segar. Namun harga yang ditawarkan sangat mahal yaitu 1,5 juta rupiah. Sangat mahal ya untuk sebuah kaleng yang berisi udara segar..

Akibat Meningkat nya Polusi, Negara Ini Menjual Udara Segar dalam Kaleng


Untuk itulah kamu wajib menjaga kelestarian alam di sekitar, jangan sampai hutan menjadi rusak. Bagaimana kalau di Indonesia ada penjual udara segar? Itu menjadi suatu hal yang keterlaluan jika benar benar terjadi. Menjaga alam itu tidak sulit, hanya tergantung bagaimana kita mengambil tindakan antara mulai melangkah atau mendiamkan saja. Semoga bermanfaat :)

Tampilkan Komentar